Tampilkan postingan dengan label kumpulan tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kumpulan tugas. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 April 2015

Aspek dalam Arsitektur

A.     Unity (Kesatuan)

Kesatuan yang dimaksud disini  adalah kesatuan yang ditinjau dari segi penataan/pengaturan/penerapan atau rangkaian (inte-atif) hingga benda-benda yang diatur dalam gambar satu sama lain saling mendukung, apabila dikurangi salah satu bagian akan terjadi ketidak wajaran atau ketidak seimbangan.

Ada dua macam yaitu :
5.1    Kesatuan antara bagian-bagian benda dalam satu unit benda, bila benda tersebut pada satu nama misal : Teko, cangkir, dengan jelas dapat secara normatif apa bila benda tersebut adalah teko, karena adanya elemen-elemen yang mendukung dalam satu kesatuan misal : pada teko tersebut ada body, penyangga, tutup, tempat pansuran air, dan elemen-elemn tersebut benar-benar punya ukuran tertentu yang normatif.
5.2    Kesatuan dalam penataan (penerapan) bagaimana menata / mengatur benda yang nampak satu sama lain saling mendukung hingga menghasilkan penataan yang serasi / artistik dalam melakukan pekerjaan menggambarkan yang terdiri beberapa benda maka faktor kesatuan (unity) sangat menentukan kebenaran  kualitas pekerjaan tersebut.
Contoh : jika kita amati gambar dibawah ini akan merupakan perbedaan yang jelas antara kesatuan dalam penataan dan kesatuan dalam satu unit benda.
Kaidah-kaidah tersebut merupakan persyaratan mutlak untuk membuat karya gambar / lukis yang sangat rrendasar juga merupakan faktor yang sangat mendukung agar karya penataan ruang bermutu atau bernilai tinggi.
           
Unity dapat dilakukan dengan cara :
1. Repetisi (bentuk diulang-ulang).
2. Mengelompokkan bentuk
3. Kontinuitas gerak pandang (memiliki arah gerak)


B.      Emphasis (Penekanan)
Di sebut juga prinsip dominasi, atau pusat perhatian, atau klimak adalah upaya penampilan pada bagian tertentu dari karya Seni Rupa yang menarik perhatian sehingga mencapai nilai artistic dengan cara pengaturan posisi, perbedaan ukuran, perbedaan warna, atau unsur lain, dan pengaturan arah unsur-unsur.
Emphasis ini dapat dicapai dengan beberapa cara antara lain:
a.    Pengelompokan obyek-obyek tertentu
b.    Penggunaan warna yang paling menyolok atau dominan.
c.    Penerapan proporsi atau ukuran yang lebih besar atau lebih kecil diantara proporsi yang lain serta memiliki pengaruh kuat.
d.    Pemberian bentuk yang berbeda dengan bentuk-bentuk yang lain.
e.         Pengaturan unsur-unsur seni dengan posisi atau letak lain daripada yang lain dalam karya seni tersebut.
f.     Pemberian bahan dengan tekstur yang lain daripada yang lain sebagainya.


C.      Balance  (Keseimbangan)

Balance (keseimbangan) yang dimaksud ialah cara mengatur  beberapa benda atau bidang dalam satu bidang kertas gambar agar hasilnya serasi dan harmonis.

Beberapa keseimbangan antara lain:
  • Symmertrical balance. Yaitu antara ruang kiri kanan sama persis. Karakternya, formal/resmi, tenang, statis dan kaku.
  • Radial balance/ memancar. Sama antara kiri, kanan, atas,  bawah sama. Karakternya samadengan keseimbangan simetris.
  • Obvius balance/sederajad. Yakni kiri dan kanan memiliki beban besaran sederajad tapi bentuknya beda. Ex: lingkaran dengan segi tiga yang besarannya sama. Karakternya tidak terlalu resmi, ada sedikit dinamika.
  • Axial balance/ Asymmetrical balance/tersembunyi. Yakni antara ruang kiri dan kanan tidak memiliki beban sama besarannya tapi tetap seimbang. Karakternya dinamik, hidup, tidak resmi

Ada beberapa macam keseimbangan dalam mengatur bentuk/warna dalam gambar :
1.      Keseimbangan Simetri : keseimbangan yang diterapkan pada pengaturan benda atau bidang yang sama bentuknya, atau jika  gambar tersebut dibagi dua merupakan satu bentuk yang dibagi dua sama besar atau sama dan sebangun. Pusat perhatian biasanya diletakkan di tengah. Keseimbangan ini sifatnya statis.
2.      Keseimbangan Asimetri : keseimbangan yang diterapkan pada pengaturan benda atau beberapa bentuk / warna yang tidak sama ukuran besar kecilnya benda, atau tidak sama posisinya cara meletakkannya. Pusat perhatian letaknya tidak selalu di tengah. . Keseimbangan ini lebih unik, menarik dan dapat memberikan banyak variasi. Keseimbangan ini lebih bersifat dinamis.

3.      Keseimbangan Skew Simetri : keseimbangan yang diterapkan pada beberapa bentuk benda atau bidang yang sama tapi sehadap penerapannya banyak dipergunakan untuk menggambar hiasan.

Arsitek Terkenal dan Karya

20 Arsitek dan Karyanya


Nama : Santiago Calatrava
Karya : Milwaukee Art Museum

Nama : Kenzo Tange
Karya : Tokyo Dome

Nama : Ir. Soekarno
Karya : Masjid Istiqlal

Nama : Ridwan Kamil
Karya : Beijing Financial Street

Nama : Andra Martin
Karya : Gedung Dua8

Nama : Komang Suardika
Karya : The Karma Lounge

Nama : Frank Lloyd Wright
Karya : Guggenheim Museum

Nama : Fariborz Sahba
Karya : Lotus Temple

Nama : Robert Leroy Ripley
Karya : Gedung Ripley

Nama : Szotynscy Zalesk
Karya : Gedung Bengkok

Nama : Dennis Opppenheim
Karya : Gereja Terbalik

Nama : Vlado Milunic
Karya : Dancing Building

Nama : Ferdinand Cheval
Karya : Istana Ideal

Nama : Piet Blom
Karya : Cubic House

Nama : Antti Lovag
Karya : Rumah Gelembung

Nama : Oscar Niemeyer
Karya : Memorial Dos Pavos Indigenas

Nama : Antoni Guadi
Karya : Taman Guel

Nama : Louis Sullivan
Karya : Gedung Wainwright

Nama : Le Corbusier
Karya : The Centre Le Corbusier

Nama : Ieoh Ming Pei
Karya : Le Grand Louvre

Rabu, 24 September 2014

TEKNOLOGI DALAM SISTEM EKSKRESI

TEKNOLOGI DALAM SISTEM EKSKRESI

1.  Hemodialisis - Teknologi untuk Gagal Ginjal

Hemodialisis adalah salah satu pengobatan gagal ginjal, bila jiwa telah terancam oleh gagal ginjal.
Tujuan : mengambil/mengeluarkan cairan yang. Berlebihan dan sisa metabolisme yang biasanya dikeluarkan oleh ginjal.
Prinsip : darah pasien dialirkan melalui pipa dengan dinding membran semi permeabel → ginjal artifisial → transfer toksin dan cairan : air, molekul kecil menembus dinding, molekul besar (protein) tidak.
Mekanisme transport solute :
a. Difusi : kecepatan difusi tergantung pada : besar pori, luas dan tebal membran: temperatur larutan, beda konsentrasi solut, dan berat molekul.
b. Ultrafiltrasi : air dengan tekanan hidrostatik/osmotik didorong menembus membran kesatu arah, membawa bahan terlarut.


2.      Radioterapi - Teknologi untuk Kanker Paru Paru
Radioterapi adalah sebuah teknik terapi bagi para penderita kanker yang cukup populer. Radioterapi telah mengalami teknik radiasi yang berkembang dari sejak pertama kali diperkenalkan sampai saat ini.
 Kegunaan radioterapi adalah sebagai berikut:
• Mengobati : banyak kanker yang dapat disembuhkan dengan radioterapi, baik dengan atau tanpa dikombinasikan dengan pengobatan lain seperti pembedahan dan kemoterapi.
• Mengontrol : Jika tidak memungkinkan lagi adanya penyembuhan, radioterapi berguna untuk mengontrol pertumbuhan sel kanker dengan membuat sel kanker menjadi lebih kecil dan berhenti menyebar
• Mengurangi gejala : Selain untuk mengontrol kanker, radioterapi dapat mengurangi gejala yang biasa timbul pada penderita kanker seperti rasa nyeri dan juga membuat hidup penderita lebih nyaman.

3.      Scanning Laser Hair Removal System - Teknologi untuk Kulit Kepala Bermasalah

Laser hair removal bekerja dengan mengirimkan sinar laser ke folikel rambut dengan energi yang cukup untuk menghancurkan akar, tanpa mempengaruhi daerah sekitarnya. Bekerja pada kulit kepala yang bermasalah. Dapat digunakan dengan mudah, nyaman dan tanpa rasa sakit. Alat ini memperlakukan rambut yang tidak diinginkan dalam privasi rumah Anda sendiri dan pada waktu yang sesuai dengan Anda.

4.      Test Pack Hepatitis - Teknologi untuk Pendeteksi Hepatitis

Selama ini orang hanya tahu untuk mendeteksi penyakit hepatitis melalui tes darah di laboratorium yang tentu saja harganya sangat mahal. Karenanya banyak orang yang tidak pernah melakukan pemeriksaan. Diharapkan dengan adanya alat tes hepatitis yang cepat dan murah, seseorang bisa mendapatkan perawatan lebih awal. Harga alat ini berkisar Rp 5.000-Rp 10.000 per test pack. Tapi alat ini baru dijual di wilayah Lombok NTB belum menyebar ke seluruh Indonesia.

5.      Inhaler

Obat semprot atau inhaler bagi penderita asma bisa menjadi barang yang sangat penting dalam pertolongan pertamanya. Tapi peneliti mengungkapkan, terlalu sering menggunakan inhaler bisa membuat penyakit asma semakin parah.
Perawatan yang paling umum dilakukan oleh penderita asma adalah menggunakan obat semprot yang mengandung senyawa salbutamol. Tapi penelitian terbaru mengungkapkan, jika penggunaannya terlalu sering, senyawa salbutamol bisa menyebabkan paru-paru melepaskan bahan kimia yang berbahaya serta memicu lebih banyak serangan penyakit.
Inhaler yang digunakan sebenarnya berguna untuk mengurangi gejala dengan merelaksasikan otot-otot dalam saluran udara yang menyempit, sehingga penderita dapat bernapas lebih mudah.

6.      Galvanic

Galvanic adalah Jenis alat listrik kecantikan arus searah yang berdaya guna ionisasi, dimanfaatkan untuk meresapkan kosmetik pemupuk yang berbentuk ekstrak (ionthoporesis), atau disincrustasi.

OBAT MAAG ALAMI

1. Madu organik
Madu organik secara langsung dapat meredakan ketidaknyamanan, menenangkan dan cepat mengatasi sakit maag yang menyakitkan. Madu organik yang tinggi kalium membantu meningkatkan pencernaan dan membentuk sebuah lapisan alkali di dalam perut. Campur madu dengan cuka sari apel untuk membuat minuman yang dapat mengurangi gejala refluks asam lambung secara langsung. Satu sendok madu juga dapat membantu sebelum tidur atau pada malam hari jika terbangun oleh karena refluks asam lambung.

2. Susu
Susu mengandung kalsium yang bekerja sebagai obat antasid untuk menetralkan asam lambung. Jika Anda menderita keasaman, maka Anda sangat disarankan untuk minum segelas susu. Selain itu, kehadiran sejumlah besar kalsium dalam perut juga akan menetralisir jumlah kelebihan asam lambung.

3. Oatmeal
Dibalik rasanya yang nikmat dan mudahnya dicerna karena teksturnya yang lunak, oatmeal secara bertahap juga mampu membantu meredakan asam lambung yang meningkat. Konsumsi semangkuk oatmeal, jika Anda mengalami rasa nyeri atau tidak nyaman pada lambung.

4. Apel dan cuka sari apel
Apel mengandung enzim tertentu dan asam sehat, sehingga dianggap sebagai pengobatan yang efektif untuk menetralkan asam lambung. Jadi, satu buah apel sehari atau satu sendok makan cuka sari apel sehari, dapat membantu mengurangi asam pada lambung.

5. Chamomile dan teh adas
Keduanya merupakan teh herbal yang dianggap sebagai beberapa teh terbaik untuk melawan asam lambung. Mengonsumsi secangkir teh hangat saat pagi dan/ atau sore hari sangat bermanfaat membantu menjaga kesehatan lambung.

6. Baking soda
Baking soda dapat digunakan untuk meredakan ketidaknyamanan yang disebakan oleh asam lambung. Caranya, campurkan ¼ sendok teh baking soda ke dalam satu gelas air, sedikitnya 1-2 kali sehari. Secara langsung, baking soda akan membantu mengurangi, sekaligus menetralkan asam dalam perut hingga ke kerongkongan.

Sabtu, 15 Desember 2012

kanker darah atau leukimia



Kanker Darah Atau Leukimia
Penyakit Leukimia atau kanker darah termasuk dalam klasifikasi penyakit serius dan fatal. Leukimia menyerang sistem darah yakni sumsum tulang belakang dengan ditandai adanya perbanyakan secara tidak normal atau transformasi maligna dari sel pembentuk darah di sumsum tulang belakang dan jaringan limfoid yang pada umumnya terjadi pada sel darah putih.
Kanker darah dikatakan telah terjadi jika sel normal dalam sumsum tulang belakang telah tergantikan dengan sel tidak normal. Sel yang tidak normal itu dikeluarkan dari tulang belakang dan dapat ditemukan pada pembuluh darah perifer. Sel leukimia akan mempengaruhi pembentukan sel darah normal dan imunitas penderita. Sel leukimia merupakan sel darah putih atau leukosit yang masih muda. Penderita kanker darah memiliki leukosit yang jumlahnya diatas ambang batas sehingga justru menjadi ancaman bagi sel yang lain.
Penyebab Kanker Darah Atau Leukimia
Penyakit leukimia belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun ada beberapa faktor yang dipercaya dapat mempengaruhi terjadinya leukimia. Faktor tersebut antara lain adalah:
1.    Radiasi material berbahaya
Radiasi dapat meningkatkan frekuensi LMA, namun tidak ada laporan mengenai peningkatan LLK yang terpapar radiasi. Pengaruh radiasi ini ditemukan dalam sebuah laporan, yakni:
·       Pegawai radiologi mendapatkan resiko tinggi menderita leukimia.
·       Penderita yang mendapatkan radioterapi lebih sering menderita leukimia.
·       Leukimia juga ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom
2.    Faktor Leukemogenik
Ada beberapa zat kimia yang dapat mempengarui terjadinya leukimia pada tubuh manusia. Zat kimia ini antara lain adalah:
·       Racun cemaran lingkungan misalnya Benzema.
·       Bahan-bahan industri seperti insektisida, pestisida dan lain-lain.
·       Obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.

Gejala Kanker Darah Atau Leukimia
Gejala leukimia tergantung pada jumlah sel leukimia dan keberadaannya menumpuk dimana dalam tubuh. Berikut adalah gejala umum leukimia yang kronis atau akut, yakni:
1.    Terjadi demam pada malam hari, seringnya disertai dengan keringat yang banyak.
2.    Sering mengalami infeksi karena hal-hal kecil.
3.    Selalu merasa lelah dan lemah tanpa sebab.
4.    Mudah terjadi pendarahan dan memar, misalnya gusi berdarah, bercak ungu di kulit atau bintik merah di bawah kulit.
5.    Adanya pembengkakan dan rasa tidak nyaman di perut dikarenakan hati atau pankreas yang bengkak.
6.    Berat badan menurun drastis tanpa sebab yang jelas.
7.    Tulang dan persendian terasa sakit dan ngilu.

Pemeriksaan Kanker Darah Atau Leukimia.
1.    Pemeriksaan secara fisik
Pemeriksaan secara fisik meliputi pemeriksaan kelenjar getah bening, limpa dan hati. Dalam pemeriksaan ini ditujukan untuk mengukur kadar infeksi dan jumlah sel leukimia di dalam getah bening dan melihat apakah hati dan limpa anda sudah terinfeksi serta menjadi bengkak karena penyumbatan saluran kandung empedu atau infeksi yang lainnya.
2.    Pemeriksaan darah
Darah anda akan diambil contohnya dan akan dilakukan perhitungan jumlah sel darah putih, sel darah merah dan plateletnya. Leukimia menyebabkan sel darah putih sangat tinggi. Selain sel darah putih yang tinggi, sering juga ditemukan tingkat trombosit dan hemoglobin yang rendah dalam sel darah merah.
3.    Biopsi
Biopsi adalah pengambilan sebagian jaringan sumsum tulang untuk mengetahui apakah sel leukimia ada disitu atau tidak. Untuk melakukan biopsi, akan dilakukan anestesi lokal untuk mengurangi rasa sakit pada saat dokter mengambil beberapa sampel sumsum tulang belakang dari tulang pinggul atau tulang besar lainnya.
Diagnosa
Untuk mengadakan diagnosa leukemia, doktor perlu meneliti riwayat penyakit penderita, melakukan pemeriksaan fizik umum dan pemeriksaan untuk mengetahui adanya pembengkakan hati, limpa dan kelenjar getah bening diketiak, leher dan selangkangan serta pemeriksaan pemeriksaan lainnya. Ujian darah berguna untuk mengetahui bentuk sel darah, menentukan jumlah sel darah matang dan sel darah yang belum matang. Meskipun demikian ujian darah tidak memberikan informasi tentang jenis leukemia.

Untuk mengetahui jenis leukemia, perlu dilakukan pemeriksaan aspirasi sum-sum tulang iaitu pengambilan  sejumlah cairan sum-sum tulang dengan cara menusukan  jarum kedalam tulang tulang (biasanya tulang panggul), dan biopsi sum-sum tulang untuk mengambil sejumlah jaringan sumsum tulang.
Untuk mengetahui penyebaran leukemia ke cairan yang mengisi ruangan diantara dan disekitar jaringan otak dan sumsum tulang belakang, pesakit perlu melakukan pemeriksaan tusuk lumbal iaitu dengan cara memasukan jarum ke tulang belakang. Sedang penyebaran ke organ di organ dada dideteksi dengan pemeriksaan foto x-ray dada.

Obat Kanker Darah Atau Leukemia Yang Ampuh

Secara medis, langkah pengobatan leukemia yaitu dengan menggunakan kemoterapi. Kadang juga dilakukan dengan cara radiasi. Tapi umumnya kemoterapi lebih sering dipilih dibandingkan radiasi (penyinaran) untuk mengobati leukemia. Upaya medis lainnya untuk mengobati leukemia yaitu dengan melakukan transplantasi sumsum tulang.
Akan tetapi, pengobatan leukemia menggunakan kemoterapi, radiasi, atau transplatasi jelas tidak murah. Pengobatan ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Selain itu juga sangat mungkin terjadi efek samping dari pengobatan tersebut terhadap tubuh pasien.
Yang perlu dicoba untuk mengobati leukemia adalah menggunakan obat alternatif. Untuk memilih obat alternatif terbaik sebaiknya yang berasal dari bahan alami (herbal). Sebab obat herbal sarat akan kandungan-kandungan alami yang sangat berkhasiat.
Herbal antikanker yang patut dicoba yaitu Sarang Semut yang mengandung segudang mineral penting yang dapat membantu memerangi kanker yang bersarang dalam tubuh. Dengan kandungan aktif yang dimilikinya, Sarang Semut dapat menumpas kanker dalam waktu beberapa bulan saja. Didukung dengan pola hidup dan pola makan yang sehat.

Penyebab Kanker Darah Atau Leukimia
Sampai saat ini belum ditemukan penyebab utama Leukimia, tetapi ada beberapa faktor yang menjadi pemicu terjadinya Leukimia pada manusia, diantaranya adalah :
1. Radiasi. radiasi radiologi pada pegawai Radiologi lebih sering terjadi serta radiasi bom atom (contoh: yang terjadi di Heroshima dan Nagasaki)
2. Leukemogenik. beberapa zat kimia diindentifikasi dapat mempengaruhi terjadinya Leukimia . sebagai contoh dilingkungan sekeliling kita sendiri seperti benzena, bahan kimia industri spserti insektisida dan obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.
3. Herediter. pada umumnya penderita Down Syndrom 20% lebih besar terkena Leukimia daripada orang normal.
4. Virus. ada beberapa jenis virus yang dapat menyebabkan Leukimia antara lain : retrovirus, virus leukimia feline, HTLV-1 pada dewasa.

Jenis Leukemia
Dari cara dan cepatnya penyakit tersebut berkembang biak, leukemia dibahagi kepada leukemia akut dan leukemia kronis.
Pada leukemia akut, sel darah abnormal yaitu sel blast abnormal tetap immature sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Jumlah sel-sel tersebut sangat banyak, sehingga bila tidak segera diubati akan segera memburuk.
Pada leukimia kronis juga terdapat banyak sel blast, tetapi juga terdapat sel yang lebih mature. Perjalanan penyakit lebih lambat.
Leukimia dapat timbul dari dua jenis pokok sel darah putih yaitu sel limfoid dan sel mieloid. Bila mempengaruhi sel limfoid disebut leukimia limfpsitik dan bila mempengaruhi mieloid disebut leukemia mielositik.

Jenis leukemia yang biasa dihidapi ialah :
1.  Leukemia akut, jenis ini yang banyak ditemui pada kanak-kanak, tetapi juga dapat menyerang orang dewasa, terutama berusia 65 tahun atau lebih.
2.  Leukemia mielositik akut, meyerang kanak-kanak maupun orang dewasa
3.  Leukemia limfositik kronik, biasanya menyerang orang dewasa diatas 55 tahun, tetapi juga  menyerang dewasa muda
4.  Leukemia mielositik kronik, biasanya menyerang orang dewasa.

Jumat, 22 Juni 2012

proses pembentukan perilaku menyimpang


Proses Pembentukan Perilaku Menyimpang

a. Faktor Biologis
Cesare Lombrosso, seorang kriminolog dari Italia, dalam bukunya Crime, Its Causes and Remedies (1918) memberikan gambaran tentang perilaku menyimpang yang dikaitkan dengan bentuk tubuh seseorang. Dengan tegas, Lombrosso mengatakan bahwa ditinjau dari segi biologis penjahat itu keadaan fisiknya kurang maju apabila dibandingkan dengan keadaan fisik orang-orang biasa. Lombrosso berpendapat bahwa orang yang jahat dicirikan dengan ukuran rahang dan tulang-tulang pipi panjang, kelainan pada mata yang khas, tangan beserta jari-jarinya dan jari-jari kaki relatif besar, serta susunan gigi yang abnormal.
Sementara itu William Sheldon, seorang kriminolog Inggris dalam bukunya Varieties of Delinquent Youth (1949) membedakan bentuk tubuh manusia yang mempunyai kecenderungan melakukan penyimpangan ke dalam tiga bentuk, yaitu endomorph, mesomorph, dan ectomorph yang masing-masing memiliki ciri-ciri tertentu.
1) Endomorph (Bulat dan Serba Lembek)
Orang dengan bentuk tubuh ini menurut kesimpulannya dapat terpengaruh untuk melakukan perilaku menyimpang, karena sangat mudah tersinggung dan cenderung suka menyendiri.
2) Mesomorph (Atletis, Berotot Kuat, dan Kekar)
Orang dengan bentuk tubuh seperti ini sering menunjukkan sifat kasar dan bertekad untuk menuruti hawa nafsu atau keinginannya. Bentuk demikian ini biasanya identik dengan orang jahat yang paling sering melakukan perilaku menyimpang.
3) Ectomorph (Kurus Sekali dan Memperlihatkan Kelemahan Daya)
Orang yang seperti ini selalu menunjukkan kepasrahan, akan tetapi apabila mendapat penghinaan-penghinaan yang luar biasa tekanan jiwanya dapat meledak, dan barulah akan terjadi perilaku menyimpang darinya.

b. Faktor Psikologis
Banyak ahli sosiologi yang cenderung untuk menerima sebab-sebab psikologis sebagai penyebab pembentukan perilaku menyimpang. Misalnya hubungan antara orang tua dan anak yang tidak harmonis. Banyak orang meyakini bahwa hubungan antara orang tua dan anak merupakan salah satu ciri yang membedakan orang 'baik' dan orang 'tidak baik'. Sikap orang tua yang terlalu keras maupun terlalu lemah seringkali menjadi penyebab deviasi pada anak-anak.

c. Faktor Sosiologis
Dari sudut pandang sosiologi, telah banyak teori yang dikembangkan untuk menerangkan faktor penyebab perilaku menyimpang. Misalnya, ada yang menyebutkan kawasan kumuh ( slum ) di kota besar sebagai tempat persemaian deviasi dan ada juga yang mengatakan bahwa sosialisasi yang buruk membuat orang berperilaku menyimpang. Selanjutnya ditemukan hubungan antara 'ekologi' kota dengan kejahatan, mabuk-mabukan, kenakalan remaja, dan bunuh diri. Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan diuraikan beberapa sebab atau proses terjadinya perilaku menyimpang ditinjau dari faktor sosiologis.

1) Penyimpangan sebagai Hasil Sosialisasi yang Tidak Sempurna
Menurut teori sosialisasi, perilaku manusia, baik yang menyimpang maupun yang tidak dikendalikan oleh norma dan nilai yang dihayati. Apabila sosialisasi tidak sempurna akan menghasilkan perilaku yang menyimpang. Sosialisasi yang tidak sempurna timbul karena nilai-nilai atau norma-norma yang dipelajari kurang dapat dipahami dalam proses sosialisasi, sehingga seseorang bertindak tanpa memperhitungkan risiko yang akan terjadi.
Contohnya anak sulung perempuan, dapat berperilaku seperti laki-laki sebagai akibat sosialisasi yang tidak sempurna di lingkungan keluarganya. Hal ini terjadi karena ia harus bertindak sebagai ayah, yang telah meninggal. Di pihak lain, media massa, terutama sering menyajikan gaya hidup yang tidak sesuai dengan anjuran-anjuran yang disampaikan dalam keluarga atau sekolah. Di dalam keluarga telah ditanamkan perilaku pemaaf, tidak balas dendam, mengasihi, dan lain-lain, tetapi di televisi selalu ditayangkan adegan kekerasan, balas dendam, fitnah, dan sejenisnya. Nilai-nilai kebaikan yang ditawarkan oleh keluarga dan sekolah harus berhadapan dengan nilai-nilai lain yang ditawarkan oleh media massa, khususnya televisi. Proses sosialisasi seakan-akan tidak sempurna karena adanya saling pertentangan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen yang lain, seperti antara sekolah dan keluarga berhadapan dengan media massa. Lama kelamaan seseorang akan terpengaruh dengan cara-cara yang kurang baik, sehingga terjadilah penyimpanganpenyimpangan dalam masyarakat.

2) Penyimpangan sebagai Hasil Sosialisasi dari Nilai- Nilai Subkebudayaan Menyimpang
Shaw dan Mc. Kay mengatakan bahwa daerah-daerah yang tidak teratur dan tidak ada organisasi yang baik akan cenderung melahirkan daerah kejahatan. Di daerahdaerah yang demikian, perilaku menyimpang (kejahatan) dianggap sebagai sesuatu yang wajar yang sudah tertanam dalam kepribadian masyarakat itu. Dengan demikian, proses sosialisasi tersebut merupakan proses pembentukan nilai-nilai dari subkebudayaan yang menyimpang.
Contohnya di daerah lingkungan perampok terdapat nilai dan norma yang menyimpang dari kebudayaan setempat. Nilai dan norma sosial itu sudah dihayati oleh anggota kelompok sebagai proses sosialisasi yang wajar. Perilaku menyimpang seperti di atas merupakan penyakit mental yang banyak berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Sehubungan dengan itu kita mengenal konsep anomie yang dikemukakan oleh Emile Durkheim . Anomie adalah keadaan yang kontras antara pengaruh subkebudayaan-subkebudayaan dengan kenyataan sehari-hari dalam masyarakat. Indikasinya adalah masyarakat seakan-akan tidak mempunyai aturan-aturan yang dijadikan pegangan atau pedoman dan untuk ditaati bersama.
Akibat tidak adanya keserasian dan keselarasan, normanorma dalam masyarakat menjadi lumpuh dan arahnya menjadi samar-samar. Apabila hal itu berlangsung lama dalam masyarakat, maka besar pengaruhnya terhadap proses sosialisasi. Anggota masyarakat akan bingung dan sulit memperoleh pedoman. Akhirnya, mereka memilih cara atau jalan sendiri-sendiri. Jalan yang ditempuh tidak jarang berupa perilaku-perilaku yang menyimpang.

3) Proses Belajar yang Menyimpang
Mekanisme proses belajar perilaku menyimpang sama halnya dengan proses belajar terhadap hal-hal lain yang ada di masyarakat. Proses belajar itu dilakukan terhadap orang-orang yang melakukan perbuatan menyimpang. Misalnya, seorang anak yang sering mencuri uang dari tas temannya mula-mula mempelajari cara mengambil uang tersebut mulai dari cara yang paling sederhana hingga yang lebih rumit. Cara ini dipelajarinya melalui media maupun secara langsung dari orang yang berhubungan dengannya. Penjelasan ini menerangkan bahwa untuk menjadi penjahat kelas 'kakap', seseorang harus mempelajari terlebih dahulu bagaimana cara yang paling efisien untuk beroperasi.

4) Ikatan Sosial yang Berlainan
Dalam masyarakat, setiap orang biasanya berhubungan dengan beberapa kelompok yang berbeda. Hubungan dengan kelompok-kelompok tersebut akan cenderung membuatnya mengidentifikasikan dirinya dengan kelompok yang paling dihargainya. Dalam hubungan ini, individu tersebut akan memperoleh pola-pola sikap dan perilaku kelompoknya. Apabila pergaulan itu memiliki pola-pola sikap dan perilaku yang menyimpang, maka kemungkinan besar ia juga akan menunjukkan pola-pola perilaku menyimpang. Misalnya seorang anak yang bergaul dengan kelompok orang yang sering melakukan aksi kebut-kebutan di jalan raya. Kemungkinan besar dia juga akan melakukan tindakan serupa.

5) Ketegangan antara Kebudayaan dan Struktur Sosial
Setiap masyarakat tidak hanya memiliki tujuan-tujuan yang dianjurkan oleh kebudayaannya, tetapi juga caracara yang diperkenankan oleh kebudayaannya itu untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Apabila seseorang tidak diberi peluang untuk menggunakan caracara ini dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, maka kemungkinan besar akan terjadi perilaku menyimpang. Misalnya dalam sebuah perusahaan, pengusaha memberikan upah kepada buruhnya di bawah standar UMK. Hal itu apabila dibiarkan berlarut-larut, maka ada kemungkinan si buruh akan melakukan penyimpangan, seperti melakukan demonstrasi atau mogok kerja.

kebudayaan dongson


DONGSON
Makin meningkatnya kehidupan social ekonomi manusia makavterjadi pula peningkatan bentuk kehidupan dari masa sebelumnya. Peningkatan ini terutama dalam hal pengolahan logam, khususnyaperunggu dan besi. Dengan peningkatan tersebut dapat disimpulkan bahwa telah terdapat kelompok masyarakat dengan pembagian kerja yang baik. Pembagian ini tidak hanya meliputi pembuatan dari logam, tetapi juga dibidang-bidang lain. Oleh karena itu masyarakat perundagian telah menampakkan ciri-ciri masyarakat yang teratur.
Pada zaman ini ditemukan beberapa jenis benda-benda hasil kebudayaan Bachson-Hoabinh antara lain:
a.       Pebble adalah jenis kapak genggam mesolithikum yang sering juga di sebut kapak sumatera.
b.      Hache Courti (kapak pendek) yang mempunyai bentuk bulat dan panjang.
c.       Batu gilingan kecil yang berfungsi menggiling makanan dan bahan pewarna untuk berhias.
d.      Kapak proto-Neolithikum yang sudah halus
e.      Pecahan tembikar
Pada kebudayaan bacson – hoabinh dan dongson masyarakat menganut kepercayaan berupa animisme (kepercayaan yang memuja arwah dari nenek moyang) dan dinamisme (kepercayaan pada benda-benda tertentu baik benda hidup maupun mati, bahkan juga benda – benda ciptaan yang mempunyai kekuatan gaib yang dianggap akan membawa pengaruh baik bagi masyarakat). Lukisan babi-rusa yang banyak ditemukan digua-gua diwilayah Leang-leang Maros. Usia lukisan itu diperkirakan 4 ribu tahun. Menurut penafsiran, diperkirakan lukisan tersebut adalah lukisan magis yang mempunyai tujuan tertentu.

Teknologi pada Kebudayaan Dongson :
a.       Tehnik Bivalve
b.      Tehnik bivalve atau tehnik setangkup adalah tehnik cetakan dengan menggunakan dua alat cetak yang dijadikan satu dan dapat ditangkupkan. Alat cetak itu diberi lubang pada bagian atasnya. Dari lubang itu dituangkan logam yang telah dicairkan. Apabila cairan itu sudah dingin, cetakan dibuka. Selesailah pengerjaannya. Cetakan setangkup ini dapat digunakan berkali-kali. Contoh dari hasil cetakan ini adalah nekara.
c.       Tehnik cetakan lilin (A Cire Perdue)
d.      Pembuatan barang dengan tehnik a cire perdue dilakukan dengan membuat model dari lilin terlebih dahulu. Lilin dibungkus dengan tanah liat dan bagian atasnya diberi lubang. Tanah liat kemudian dibakar sehingga lilin akan mencair dan keluar dari lubang yang telah dibuat. Tanah liat yang kosong tadi selanjutnya diisi dengan cairan perunggu. Setelah dingin dan kental, tanah liat pembungkus tadi dihancurkan. Cetakan ini hanya dapat dipakai sekali. Contoh dari hasil cetakan ini hanya untuk mencetak benda-benda kecil (arca-arca kecil).
e.      Benda-benda yang dihasilkan dari pengolahan logam pada zaman perundagian antara lain adalah nekara perunggu, kapak perunggu, bejana perunggu, arca-arca perunggu, dan perhiasan. Adapun benda-benda dari besi antara lain mata kapak, mata sabit,  mata pisau, mata pedang, cangkul dan tongkat.